The Jose Flash Review
Barely Lethal

Genre teenage di era 2010-an ini termasuk jarang. Baru-baru ini kita disuguhi The DUFF yang seperti update dari komedi remaja legendaris, Mean Girls. Meski masih sama cerdasnya, namun masih belum mampu tampil se-fresh film-film remaja era 90 hingga awal 2000-an. Maka kehadiran Barely Lethal (BL) mungkin saja bisa jadi pilihan yang lebih menarik. Jangan salah, meski tidak diproduksi oleh studio major, namun ada nama Brett Ratner (sutradara X-Men: The Last Stand, Red Dragon, dan  ketiga installment Rush Hour) di salah satu bangku produser. Meski di bioskop sini nama Jessica Alba dan Samuel L. Jackson dipasang besar-besar, namun sebenarnya pemeran utamanya adalah Hailee Steinfeld yang baru saja memukau kita sebagai putri Mark Ruffalo di Begin Again dan si gadis Barden Bella yang baru, Emily, di Pitch Perfect 2. Ada pula Sophie Turner yang selama ini kita kenal sebagai Sansa Stark di serial Game of Thrones, dan disutradarai Kyle Newman yang sebelumnya dikenal lewat Fanboy dan music video Style dari Taylor Swift serta Summertime Sadness dari Lana Del Rey. So, meski statusnya film indie studio, BL sebenarnya menarik untuk disimak.

Meski masih mengedepankan kehidupan sosial remaja (baca: anak SMA), BL berani membungkusnya dengan tema spionase dan tentu saja membuat genrenya bertambah satu: action. Formula yang cukup menarik dan rupanya juga ditulis dengan menarik pula. Kehidupan sosial remaja yang menjadi sajian utama, tetap mendominasi fokus cerita. Yes, teenage movie cliché masih saja disajikan di sana-sini, mulai mean girls clique, geek clique, persaingan menarik perhatian cowok, sampai prom night. Namun menariknya, BL berani menjadikannya sebagai gimmick tersendiri. So it’s like they understand that it’s cliché, but they put it anyway and make it as a mocking gimmick. Apalagi hal-hal cliché di sini masih mampu dikemas secara menggelitik dan segar, termasuk dalam memberikan istilah-istilah slang baru, macam totem pole. Satu poin komedik berhasil disajikan. Kecerdasannya menyandingkan sulitnya kehidupan sosial remaja di SMA dengan kehidupan sebagai assassin, turut membuatnya menjadi lebih menarik.

Namun jika Anda mengharapkan BL tampil sebagai film spionase yang full action, mungkin Anda salah ekspektasi. Cerita spionase dan berbagai elemen aksinya hanyalah kendaraan untuk menyampaikan sajian utama. Maka tak perlu lah, misalnya mengharapkan karakter villain, Victoria Knox yang diperankan oleh Jessica Alba, ditulis dengan perkembangan karakter yang baik ataupun porsi yang menjadikan karakternya jadi menarik. Tak perlu pula mengharapkan adegan-adegan aksi yang begitu bombastis karena nyatanya chick fight antara Hailee Steinfeld dan Sophie Turner sudah bisa jadi bonus yang cukup memanjakan mata. It’s basically a comedy anyway. Come on, don’t be too serious!

Hailee Steinfeld di sini semakin memantapkan langkahnya sebagai bintang remaja yang menjanjikan. Apalagi dengan kepiawaian di action yang ditunjukkan dengan cukup meyakinkan di sini. Sophie Turner pun mampu mengimbangi Hailee dengan watak arogan khas teenage movie, namun tanpa meninggalkan sex appeal-nya yang elegant. Samuel L. Jackson, masih memerankan karakter khas Nick Fury di Marvel Universe maupun Agent Augustus di franchise xXx. Sementara kehadiran Jessica Alba lebih menarik karena dia adalah ‘seorang Jessica Alba sebagai seorang villain’, ketimbang karena faktor karakter yang berhasil ia perankan.

Di deretan pemeran pendukung, hampir merata dengan karakter masing-masing yang memang pas sesuai dengan porsinya, sehingga tetap menarik perhatian penonton, tanpa mengganggu porsi pemeran-pemeran utamanya. Mulai Dove Cameron, Rachael Harris, Jason Ian Drucker, Thomas Mann, Toby Sebastian, dan Gabriel Basso.

Keceriaan teenage movie tak lengkap tanpa dukungan soundtrack yang keren. Meski kebanyakan berasal dari nama-nama yang belum begitu populer (mugnkin hanya Get Free dari Major Lazer feat. Amber Coffman saja yang paling populer), namun secara keseluruhan sudah mampu mewarnai nuansa BL yang warna-warni ceria.

Anyway, dengan ekspektasi yang tepat (atau tanpa ekspektasi sama sekali), BL bisa jadi tontonan ringan yang fun dan menghibur. Mungkin tak terlalu istimewa atau menawarkan sesuatu yang baru, namun bagi Anda yang selalu merasa forever young in heart atau kangen masa-masa remaja sambil meng-update kehidupan sosial remaja masa kini, BL jelas sajian yang menarik dan sayang untuk dilewatkan begitu saja.




Lihat data film ini di IMDb.
Diberdayakan oleh Blogger.