3.5/5
Action
Adventure
Comedy
Espionage
Pop-Corn Movie
quotebanner
Teen
The Jose Flash Review
The Jose Flash Review
The Jose Flash Review
Barely Lethal
Genre teenage di era 2010-an ini
termasuk jarang. Baru-baru ini kita disuguhi The DUFF yang seperti update dari komedi remaja legendaris, Mean Girls. Meski masih sama cerdasnya,
namun masih belum mampu tampil se-fresh film-film remaja era 90 hingga awal 2000-an.
Maka kehadiran Barely Lethal (BL)
mungkin saja bisa jadi pilihan yang lebih menarik. Jangan salah, meski tidak
diproduksi oleh studio major, namun ada nama Brett Ratner (sutradara X-Men: The Last Stand, Red Dragon, dan ketiga installment Rush Hour) di salah satu bangku produser. Meski di bioskop sini
nama Jessica Alba dan Samuel L. Jackson dipasang besar-besar, namun sebenarnya
pemeran utamanya adalah Hailee Steinfeld yang baru saja memukau kita sebagai
putri Mark Ruffalo di Begin Again dan
si gadis Barden Bella yang baru, Emily, di Pitch
Perfect 2. Ada pula Sophie Turner yang selama ini kita kenal sebagai Sansa
Stark di serial Game of Thrones, dan
disutradarai Kyle Newman yang sebelumnya dikenal lewat Fanboy dan music video Style dari
Taylor Swift serta Summertime Sadness
dari Lana Del Rey. So, meski statusnya film indie studio, BL sebenarnya menarik
untuk disimak.
Meski masih mengedepankan kehidupan
sosial remaja (baca: anak SMA), BL berani membungkusnya dengan tema spionase
dan tentu saja membuat genrenya bertambah satu: action. Formula yang cukup
menarik dan rupanya juga ditulis dengan menarik pula. Kehidupan sosial remaja
yang menjadi sajian utama, tetap mendominasi fokus cerita. Yes, teenage movie
cliché masih saja disajikan di sana-sini, mulai mean girls clique, geek clique, persaingan menarik perhatian cowok, sampai prom night. Namun menariknya, BL berani
menjadikannya sebagai gimmick tersendiri. So it’s like they understand that
it’s cliché, but they put it anyway and make it as a mocking gimmick. Apalagi
hal-hal cliché di sini masih mampu dikemas secara menggelitik dan segar,
termasuk dalam memberikan istilah-istilah slang baru, macam totem pole. Satu
poin komedik berhasil disajikan. Kecerdasannya menyandingkan sulitnya kehidupan
sosial remaja di SMA dengan kehidupan sebagai assassin, turut membuatnya
menjadi lebih menarik.
Namun jika Anda mengharapkan BL
tampil sebagai film spionase yang full action, mungkin Anda salah ekspektasi.
Cerita spionase dan berbagai elemen aksinya hanyalah kendaraan untuk
menyampaikan sajian utama. Maka tak perlu lah, misalnya mengharapkan karakter
villain, Victoria Knox yang diperankan oleh Jessica Alba, ditulis dengan
perkembangan karakter yang baik ataupun porsi yang menjadikan karakternya jadi
menarik. Tak perlu pula mengharapkan adegan-adegan aksi yang begitu bombastis
karena nyatanya chick fight antara Hailee Steinfeld dan Sophie Turner sudah
bisa jadi bonus yang cukup memanjakan mata. It’s basically a comedy anyway. Come on, don’t be too serious!
Hailee Steinfeld di sini semakin
memantapkan langkahnya sebagai bintang remaja yang menjanjikan. Apalagi dengan
kepiawaian di action yang ditunjukkan dengan cukup meyakinkan di sini. Sophie
Turner pun mampu mengimbangi Hailee dengan watak arogan khas teenage movie, namun
tanpa meninggalkan sex appeal-nya yang elegant. Samuel L. Jackson, masih
memerankan karakter khas Nick Fury di Marvel Universe maupun Agent Augustus di
franchise xXx. Sementara kehadiran
Jessica Alba lebih menarik karena dia adalah ‘seorang Jessica Alba sebagai
seorang villain’, ketimbang karena faktor karakter yang berhasil ia perankan.
Di deretan pemeran pendukung,
hampir merata dengan karakter masing-masing yang memang pas sesuai dengan
porsinya, sehingga tetap menarik perhatian penonton, tanpa mengganggu porsi
pemeran-pemeran utamanya. Mulai Dove Cameron, Rachael Harris, Jason Ian
Drucker, Thomas Mann, Toby Sebastian, dan Gabriel Basso.
Keceriaan teenage movie tak
lengkap tanpa dukungan soundtrack yang keren. Meski kebanyakan berasal dari
nama-nama yang belum begitu populer (mugnkin hanya Get Free dari Major Lazer feat. Amber Coffman saja yang paling
populer), namun secara keseluruhan sudah mampu mewarnai nuansa BL yang
warna-warni ceria.
Anyway, dengan ekspektasi yang
tepat (atau tanpa ekspektasi sama sekali), BL bisa jadi tontonan ringan yang
fun dan menghibur. Mungkin tak terlalu istimewa atau menawarkan sesuatu yang
baru, namun bagi Anda yang selalu merasa forever young in heart atau kangen
masa-masa remaja sambil meng-update kehidupan sosial remaja masa kini, BL jelas
sajian yang menarik dan sayang untuk dilewatkan begitu saja.