5/5
Adventure
Animation
anime
Based on Book
Based on TV show
Comedy
Family
Futuristic
Japan
Kids
Romance
The Jose Movie Review
The Jose Flash Review
The Jose Flash Review
Stand by Me Doraemon
Siapapun yang pernah melewati era
90-an pasti mengenal tokoh-tokoh kartun Doraemon yang selalu menyambangi tiap
Minggu pagi di salah satu TV swasta. Sebagai salah satu serial kartun yang
paling lama tayang di TV, Doraemon jelas adalah ikon lintas generasi. Maka
ketika muncul Stand by Me (SbM) yang
disebut-sebut sebagai film layar lebar terakhir dari Doraemon, siapapun yang
merasa punya kenangan atau sekedar tumbuh bersama Doraemon mau tidak tergelitik
untuk menonton. Thanks to Jive! (group Blitz Megaplex) yang mau mengimpor SbM
ke Indonesia, di tengah hampir mustahilnya importer film utama di Indonesia
memasukkan film anime dan film-film yang berasal dari Jepang lainnya.
Angka 1 juta penonton di minggu
ketiga jelas menorehkan sejarah baru di perbioskopan Indonesia. Apalagi dengan
jumlah layar yang konon hanya sekitar 20-an layar. Sepanjang 2014 saja, perlu
film dengan hype sebesar Transformers 4 dan
Annabelle untuk bisa meraih 1 juta
penonton. Itupun keduanya masing-masing ditayangkan di ratusan layar dan dalam
waktu sebulan lebih.
Sebenarnya apa yang menjadikan
SbM begitu istimewa? Harus diakui, tidak ada yang benar-benar baru di SbM
selain format 3D dari yang biasanya hanya anime 2D tradisional. Ceritanya pun
sebenarnya meringkas beberapa episode pertama dari serialnya. Tapi justru di
situlah letak kekuatan SbM. Episode-episode yang dipilih untuk ditampilkan
benar-benar yang terpenting dari keseluruhan episode yang ada. Perkenalan
karakter-karakter utama, universe Doraemon, hubungan antar karakter, semuanya terangkum
lengkap dan esensial di SbM.
Bagi yang tumbuh bersama
Doraemon, SbM jelas menjadi mesin waktu yang mengingatkan kembali masa-masa
indah bersama Doraemon sekaligus memahami lebih dalam konsep cerita Doraemon
yang begitu penuh makna namun dengan kemasan pop yang begitu menarik. Tentu
saja juga dengan tampilan 3D yang begitu memanjakan mata. Saya begitu menikmati
perjalanan meruntut memori-memori indah bersama Doraemon dengan visualisasi
modern. It was like a fantasy comes true. Universe Doraemon yang kita kenal
selama ini benar-benar dihidupkan dengan sempurna lewat visualisasinya yang
dimanfaatkan secara maksimal di beberapa adegan sinematis, seperti terbang
menyusuri kota dengan baling-baling bambu. Sayang untuk melewatkannya di
bioskop, apalagi dengan format 3D.
Bagi yang belum pernah mengenal
Doraemon, SbM adalah ekstraksi yang esensial untuk memahami kisah Doraemon
secara keseluruhan, yang mungkin akan membuat Anda tertarik mengikuti serialnya
yang merupakan ekstensi dan perkembangan dari kisah utama ini. Selamat jatuh
cinta (sekali lagi) dengan Doraemon, Nobita, Shizuka, Suneo, dan semua karakter
lainnya!
Lihat data film ini di IMDb.